
Seorang facebooker ngasih status ‘:(’ di wall-nya. Tak lama, facebooker lain langsung kasih comment, ‘lagi galau yaa…!’. Sementara di belahan dunia maya lain, salah satu tweeps mendadak nge-tweet puisi yang mendayu-dayu di statusnya. Tak lama, berondongan respon masuk yang mempertanyakan kegalauannya.
Hare gene, penghuni dunia maya lagi keranjingan virus galau. Lagi sedih diputusin pacar, dibilang galau. Lagi marah ngeliat pacar selingkuh dua lingkuh, dibilang galau. Lagi gak dapet perhatian dari pujaan hati, diledekin galau. Apalagi social media udah jadi corong ekspresi kawula muda. Walhasil, curcol alias curhat colongan yang memenuhi dinding facebook atau memadati kicauan tweeter tak bisa dibendung. Status galau pun merajalela.