Jumat, 28 Februari 2014

Isi Hati "Si-HatiKecil"

Kali ini untuk kamu.
Sebelumnya Selamat Tahun Baru 2014. Barakallah!
Semoga di tahun ini menjadikan semuanya lebih baik. Amin~


Liburan semester ini terasa singkat, tiba-tiba dua hari lagi sudah memasuki semester baru. Entah, dua minggu yang biasanya terasa sangat lama, tiba-tiba terasa singkat. Sejujurnya aku masih ingin menambah hari liburku. Namun, aku tahu diri, aku takkan bisa. Aku tak bisa membantah hati kecilku. Hati kecil ini tak menginginkan liburanku diperpanjang lagi, dia ingin liburan ini dipercepat lagi, mungkin dia ingin segera bertemu sosok magisnya.



Si sosok magis yang telah membuatnya lebih bersemangat untuk menikmati hari-harinya.
Si sosok magis yang kerap kali memberikan warna pada lembaran hitam-putihnya.
Si sosok magis yang bermuka datar, dan terkadang lebih mengarah pada muka yang terkesan jutek.
Si sosok magis yang berpostur tinggi, berdagu panjang, berkulit sawo matang, yang kerap kali baju bagian belangnya tertarik keluar.
Si sosok magis yang diaggapnya sebagai pasokan semangatnya.

Dia merasa liburan ini cukup menyenangkan, hanya bersenang-senang bersama kawan-kawannya yang kerap kali membuatnya senang, tanpa adanya semangat dari pasokan semangatnya yang membara seperti di hari non-liburnya. Dia hanya mendapat semangat yang tak seistimewa biasanya, hanya untuk meraih kesenangan semata. Pasokan semangatnya yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang di hari liburnya. Apa mungkin si sosok magisnya, sekaligus pasokan semangatnya sedang memberikan kesempatan kepada si hati kecil ini agar dia bersenang-senang dahulu? Agar dia menikmati kesenangannya dahulu? Menikmati hari liburnya?
Entah, menurut sepengetahuannya, pasokan semangatnya telah banyak.memberikan waktu untuk bersenang-senang.

Menurut sepengetahuannya pasokan semangatnya tak selalu ada sekalipun itu di hari non-libur.
Sesungguhnya yang dia sebut sebagai pasokan semangatnya itu (kerap kali) hanya memberikan senyuman kecil dari sela-sela muka juteknya, sebuah senyuman yang masih saja bisa disisiskan untuknya, dan senyuman kecil itu masih saja biaa memberikan si-hati kecil getaran yang cukup deras, yang kerap kali menjadi goncangan-goncangan.

Masih saja tak pasti,
Meskipun hampir tiap hari si sosok magisnya memberikan pasokan semangat, namun semua hal itu ditunjukkannya dengan muja misteriusnya, yang kerap kali memisteriuskan semuanya, memisteriuskan tingkah lakunya, dan...... tentu saja perasaannya.


Jika boleh jujur, mengapa si sosok magis itu selalu terngiang dalam otak, tak hanya di file pikiran, namun di semua file yang ada dalam otak itu.. Terkadang aku bingung, apa arti semua ini? Akankah perasaan si-hati kecil ini akan bertemu pada titik temu? atau bahkan bertemu pada titik jenuhnya?
Lalu, apa arti dari semua kode yang selama ini diberikan pada si-hati kecil?

Sejujurnya jika aku boleh membongkar semua isi hati si-hati kecil, dia sudah cukup lelah. di samping semua senyumnya, di antara beribu keceriannya, dia diikuti oleh rasa lelah. Ya, lelah. Itu yang selama ini coba ia sembunyikan, yang selama ini coba ia usir dengan senyumnya. Karena sampai detik ini pun ia masih menyisihkan sedikit ruang untuk si sosok magisnya, entah untuk apa itu, untuk ia pikirkan atau pun ia pekikkan.
Dan dari sekian ribu motivasinya, terselip nama si sosok magisnya itu, entah apa motivasinya dari si sosok magis itu, ia bisa menjadikan si sosok magis itu sebagai alasan untuk mendapatkan yang terbaik.

"Kukagumi sosokmu, entah karena apa, dan begitu mudahnya aku menambahkanmu di daftar motivasiku. Aku selalu ingin sebanding denganmu, bahkan lebih darimu. Entah, kamu selalu jadi motivasiku untuk menjadi lebih baik. Terkadang juga sikapmu dan sifatmu yang menurutku baik, selalu aku ikuti dan hingga saat ini, itu sudah tercantum dalam daftar kebiasaanku. Terima kasih sosok magisku, kau telah membantu membuatku menjadi sosok yang lebih baik. Terlalu berlebihan memamng, kau boleh menertawakannya." ~si-hatikecil

~Wind

0 komentar:

Posting Komentar